
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan peserta didik, Pimpinan Ranting IPM SMP Muhammadiyah Pekalongan mengadakan kegiatan Pesantren Kilat dengan konsep yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan ini dilaksanakan di masjid, kali ini panitia menghadirkan suasana baru dengan menyelenggarakannya di dalam ruangan dengan konsep lesehan. Suasana tersebut diharapkan dapat menciptakan kedekatan dan kebersamaan yang lebih hangat antar peserta.
Kegiatan Pesantren Kilat ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 12–15 Maret 2026, dan diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Muhammadiyah Pekalongan dengan penuh antusias.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ibu Eka, yang memberikan semangat kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
Kegiatan Pesantren Kilat kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Pekalongan, Bapak Imam Ghozali, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada para peserta didik agar mengikuti kegiatan pesantren kilat ini dengan penuh keseriusan dan semangat belajar. Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa berani aktif berorganisasi di mana pun berada, dimulai dari lingkungan sekolah, seperti di tingkat ranting, hingga kelak dapat berkontribusi di tingkat cabang, daerah, bahkan wilayah.
Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai materi keagamaan yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai Islam serta membentuk karakter yang lebih baik. Tidak hanya materi, kegiatan juga semakin meriah dengan berbagai lomba yang menarik, seperti lomba kultum, lomba tahfidz, dan berbagai kegiatan Islami lainnya yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu agama, tetapi juga mampu mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat berorganisasi, serta membentuk pribadi yang lebih berakhlak mulia. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik di SMP Muhammadiyah Pekalongan.
