Profil Kepala SekolahSMP Muhammadiyah Pekalongan
Imam Ghozali
Kepemimpinan yang Tumbuh dari Gerakan Pelajar dan Semangat Dakwah

Imam Ghozali lahir di Brebes, pada tanggal 9 Juli 1995. Ia merupakan sosok yang tumbuh dari lingkungan yang kental dengan nilai-nilai keislaman dan semangat organisasi. Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Negeri Pasarbatang 06, kemudian melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Brebes dan SMK Muhammadiyah Bulakamba. Semangat belajar dan berdakwah membawanya ke jenjang perguruan tinggi di IAIN Pekalongan, di mana ia semakin memperkuat dasar keilmuan dan kepemimpinannya.
Sejak remaja, Imam Ghozali dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Di bangku SMP, ia dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolahnya pada tahun 2007–2008. Di waktu yang sama, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kepanduan Hizbul Wathan—pengalaman yang membentuk karakter kedisiplinan dan jiwa kepemimpinannya sejak dini.
Perjalanan organisasinya berlanjut saat ia menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah Bulakamba. Di sana, ia terpilih sebagai Ketua Palang Merah Remaja (PMR) dan juga dipercaya sebagai Bendahara Kepanduan Hizbul Wathan pada tahun 2012–2013. Di luar sekolah, kiprah organisasinya semakin luas. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) wilayah Brebes, menunjukkan kepiawaiannya dalam membina pelajar dan menggerakkan aktivitas dakwah pelajar.
Kini, Imam Ghozali masih aktif dalam gerakan kepemudaan. Ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Pekuncen, Wiradesa. Aktivitasnya di dunia pendidikan dan organisasi menjadi kombinasi yang kokoh dalam memimpin SMP Muhammadiyah Pekalongan.
Di tengah kesibukannya, Imam Ghozali memiliki kegemaran membaca buku sejarah Islam. Baginya, memahami sejarah bukan sekadar nostalgia, tapi juga sebagai inspirasi dalam memimpin dan membangun generasi yang kuat iman, luas wawasan, dan siap berkontribusi untuk umat.
Bersama SMP Muhammadiyah Pekalongan, beliau membawa visi menjadikan sekolah ini sebagai pusat pendidikan yang unggul dalam prestasi dan berkarakter Islami. Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tapi tentang membentuk akhlak dan kepemimpinan sejati bagi para siswa.
